IX. CARA LENGKAP PEMBUATAN PAKAN IKAN

Pelet adalah sekumpulan bahan tertentu yang dihaluskan kemudian dipadatkan dicetak menurut ukuran tertentu. Keuntungan pelet meningkatkan konsumsi dan efesiensi pakan dibanding dengan pakan alami.

Bahan bahan yang bisa digunakan untuk membuat pelet:

New Picture (12)

Bahan yang mudah didapat:

1. Tepung ikan rucah. Saat ini ikan seperti ini juga untuk daerah tertentu sudah menjadi komoditas yang digunakan untuk capuran terasi udang, makanan bebek dan untuk pakan ternak yang dibuat menjadi tepung.Cara membuatnya ikan di jemur atau di oven sampai kering kemudian ikan yang sudah kering dihaluskan dengan menggunakan mesin penepung.Protein ikan rucah ini sangat tergantung pada jenis ikannya. makin kecil ikannya makin tinggi proteinnya dan semakin putih dagingnya makin tinggi juga proteinnya. Protein ikan rucah berkisar antara 40% – 65%.Tepung ikan ini biasanya digunakan minimal 10% – 20%. Jenis ikan sangat menentukan berapa banyak tepung ikan yang digunakan . Ikan karnivora membutuhkan lebih banyak tepung ikan dibanding ikan herbivora.

2.   Tepung kepala udang. Didapat dari perusahaan pengolahan udang, cara membuat dikeringkan sampai kering kemudian dihaluskan .Protein tepung kepala udang 35% – 45%. Penggunaannya sama dengan tepung ikan.

3.   Tepung tulang

4.   Tepung jeroan ayam sapi atau sejenisnya.

Bahan yang mengandung pati (untuk perekat) :

  1. Tepung gaplek (singkong yang dikeringkan) kemudian dihaluskan hingga menjadi tepung. Pemakainya hanya 10% – 20%.
  2. Tepung onggok adalah limbah dari pembuatan tapioka, Pemakaiannya 10% – 30%
  3. Tepung tapioka Pemakaiannya 10% – 20%.
  4. Tepung jagung Jagung pipilan kemudian ditepung halus. Pemakaiannya juga 10% – 20%.
  5. Tepung polar katulnya gandum selain untuk gelatinasi tepung ini mempunyai kandungan protein 13% – 15%. Pemakaiannya 20% – 30%.

Bahan lainya

1.   Dedak halus mempunyai kandungan protein 11% – 13%. Pemakaiannya maksimal 30%.

2.   Bungkil kedelai mempunyai kandungan protein cukup tinggi 45% – 54%. Pemakaiannya 20% – 40%.

3.   Bungkil kelapa mempunyai kandungan protein 15% – 17%.

4.   Minyak ikan Pemakaiannya max 10% apabila melebihi akan mengganggu proses gelatinasi.

5.   Mineral dan vitamin mineral yang dipakai yaitu nacl atau garam dapur. Pemakaiannya 1% -2% . Calsium karbonat atau kapur Pemakaiannya 1% – 3%. Vitamin yang dipakai yaitu vitamin B komplek dan vitamin .

Alat alat yang digunakan

New Picture (13)

1.   Mesin penepung mempunyai fungsi untuk menghaluskan bahan bahan yang akan digunakan.

2.   Mesin pengaduk atau mixer mempunayi fungsi untuk mengaduk semua bahan yang akan digunakan.

3.   Mesin ekstruder atau pencetak pelet berfungsi untuk mencetak pelet sesuai dengan yang dikehendaki biasanya mulai dari ukuran 2mm, 3mm, 5mm – 10mm.

Cara pembuatannya

Cara konvensional

Buat lem yang dibuat dari tepung tapioka 10% dari total bahan yang akan dibuat. Semua bahan yang telah halus ditimbang kemudian dituang kemesin aduk atau mixer, kemudian dicampur dengan adonan lem disini penulis tidak menguraikan secara rinci bahan bahannya karena dalam prakteknya sangat disesuaikan dengan pelet yang akan dibuat. Bahan yang telah kenyal tersebut di tuang kemesin cetak untuk dicetak dengan ukuran sesuai keinginan, mesin cetak yang penulis coba adalah mesin giling daging. bentuknya silinder dengan panjang 1cm dan diameter 3mm. Setalah dicetak pelet masih lembek masih harus dikeringkan dijemur oleh matahari selama 2 hari. Namun pelet yang dibuat seperti ini tidak bisa menjadi pelet apung.

Cara dengan ekstruder sistem kering

Bahan bahan ditimbang sesuai dengan komposisi pelet yang akan dibuat (tegantung pelet yang dibuat untuk ikan jenis karnivora atau herbivora atau yang lainnya).kemudian bahan dituang ke mesin aduk atau mixer,perlu penambahan cairan dan minyak ikan sesuai keinginan.Setelah dimixer selama 10 menit dan adukan benar benar rata (adukan tidak menjadi adonan seperti cara konvesional). Kemudian adukan dicetak dengan mesin ekstruder sistem kering seperti yang ada dipabrik penulis .pelet yang keluar dari mesin ekstruder ini langsung kering hanya perlu diangin – angin kan dengan kipas angin setelah itu pelet siap dipacking dan dipasarkan.

 

Sumber :

http://www.tanijogonegoro.com/2013/02/budidaya-ikan-nila.html

http://trik-budidaya-ikan.blogspot.com/p/hormonik.html

http://panduancarabudidaya.blogspot.com/2012/10/budidaya-budidaya-ikan-nila-di-kolam.html

http://hewanpeliharaantop.blogspot.com/2013/02/Cara-Budidaya-Ikan-Nila-atau-Ternak-Nila-yang-Baik.html

http://choewoe-widi.blogspot.com/2013/01/tips-budidaya-ikan-nila-merah-bagi_3.html

http://ficusbenyamina.blogspot.com/2011/04/budidaya-ikan-nila-di-pekarangan.html

http://dkp.kaltimprov.go.id/berita-153-budidaya-ikan-nila-oreochromis-sp.html

http://panduancarabudidaya.blogspot.com/2012/10/cara-lengkap-pembuatan-pakan-ikan.html

Leave a comment

VIII. ANALISA USAHA BUDIDAYA IKAN NILA

A.   Dari Surya Mina

Data Usaha Budidaya Ikan Nila Merah Super

Kolam ukuran 7 x 10 meter dengan kedalaman air 120 cm dengan air mengalir

  1. Ukuran bibit 3cm sebesar kuku jari tengah sebanyak 6.000 ekor
  2. Pakan apung merek pf.1000 isi 10kg/sak. harga persak 130 ribu/sak membutuhkan 3 sak
  3. Pakan apung merek 781-2 isi 30kg/sak.harga 200 ribu/sak membutuhkan 2 sak
  4. Pakan tambahan alami bisa di berikan limbah rumah tangga, daun pisang,daun singkong, kangkung dan sayur busuk dari pasar

Modal:

No Data Usaha Pembesaran Ikan Nila Merah Super
1 Bibit ikan 3 cm

Rp.     50

50 x 6.000

Rp.  300.000

2 Pakan apung pf.1000 – 3 sak

Rp.130.000

 3 sak x 130.000

Rp.  390.000

3 Pakan apung 781-2

Rp. 200.000

    2 sak x 200.000

Rp.  400.000

4 Obat

Rp. 25.000

Rp.    25.000

x Jumlah modal

Rp.  1.315.000

Total modal keseluruhan Rp.1.315.000 meliputi sebagai berikut :

  • Benih Nila merah Rp.300.000
  • Pakan pf.1000 Rp.390.000
  • Pakan 781-2 Rp.600.000
  • Obat Rp.25.000

Keuntungan

  • Harga konsumsi ikan Nila merah Rp.14.000
  • Prakiraan hasil penghitungan umum selama 7 bulan, panen 1kg isi 3 ekor .jadi 6.000 ekor ikan Nila merah super di bagi 3 ekor = 2.000 kg dikalikan harga konsumsi Rp.14.000/kg =Rp.28.000.000
  • Pendapatan jual = Rp.28.000.000 di kurangi modal Rp.1.315.000
  • Keuntungan = Rp.26.685.000

B.   Dari Provinsi Kaltim

ANALISA USAHA BUDIDAYA IKAN NILA

1.  Perhitungan Biaya Investasi

No

Komponen

Unit

Harga

Jumlah

Umur ekonomis

Penyusutan

1.  KJA

3

12.000.000

36.000.000

3 thn

 12.000.000

2. Peralatan

1

   350.000

350.000

3 thn

116.667

3. Sampan

1

  2.000.000

2.000.000

3 thn

 666.667

4. Jumlah

38.350.000

12.783.333

2. Biaya Operasional

No

Komp

Unit

Harga

Jml

Siklus

Total

pertahun

1.  Benih

10.080

165

1.663.200

3

 4.989.600

2.  Pakan

7.862

 7000

55.034.000

3

165.102.000

3. Tenaga

1

  2.000.000

2.000.000

3

 24.000.000

4. Vit & obat

1

1.500.000

1.500.000

3

4.500.0000

J Jumlah

66.197.200

198.591.600

3. Proyeksi Rugi Laba

No

Uraian

Tahun ke-1

1. Harga jual (Rp)

      18.000

2. Produksi (Kg)

        6.048

3. Pendapatan

326.592.000

4. Biaya Operasional

198.591.600

5. Laba Kotor

128.000.400

6. Laba sebelum penyusutan

119.464.560

7. Biaya penyusutan

   12.783.333

8. Bunga kredit

    8.535.840

9. Laba bersih

106.681.227

10. Profit Margin (%)

      32.66

C.   Subsistem Usaha Budidaya Ikan Nila

1. Sub sistem Pembenihan.

Pelaku sub sistem ini memulai usaha dari pemeliharaan induk sampai menghasilkan benih tunggal kelamin jantan (monosex) berukuran 3-5 cm. Tujuan menghasilkan benih ikan nila monosex dikarenakan ikan nila jantan lebih cepat perkembangannya. Pelaku sub sistem ini harus betul-betul mampu menjaga kondisi dan kualitas induk nila yang diberikan.

2. Sub sistem Pendederan.

Pelaku sub sistem ini memulai usaha dari pemeliharaan benih ikan nila ukuran 3-5 cm sampai mencapai ukuran 8-10cm atau 15-20 gr. Tanggung jawab pendeder adalah menjaga agar benih ikan nila berkualitas tinggi yang dihasilkan sub sistem pembenihan tidak tercampur dengan ikan nila lain.

3. Sub sistem Pembesaran.

Pelaku sub sistem ini memulai usaha dari pemeliharaan benih ikan nila ukuran 8-10 cm sampai mencapai ukuran konsumsi untuk pasar lokal, 200-250 gr, maupun untuk ekspor, diatas 500 gr.

4. Sub sistem Pengolahan hasil dan pemasaran.

Pelaku sub sistem ini mengolah hasil subsistem pembesaran mulai dari seleksi ukuran, pemiletan, pengepakan, penyimpanan, dan pemasaran.

5. Sub sistem Penunjang.

Pelaku sub sistem ini menyediakan sarana dan prasarana produksi yang dibutuhkan keempat subsistem diatas, baik memproduksi sarana dan prasarana produksi tersebut maupun sebagai penyalur.

Leave a comment

V. PEMBERIAN PAKAN

Jenis pakan yang baik berupa pellet yang mengandung 25% protein. Selain itu juga dapat diberikan pakan tambahan berupa dedak halus, ampas tahu atau bahan makanan lain yang mudah diperoleh. Pemberian pakan per hari harus, yaitu sebanyak 3-5% dari berat tubuh ikan, dilakukan dua kali sehari.

Dapat juga digunakan makanan buatan sendiri yang terdiri  : Tepung ikan 25%, Kopra 10%, dan Dedak halus 65%.

Proses pemberian pakan saat pertama kali anda lakukan adalah setelah 10 hari benih ikan nila di masukan atau ketika benih ikan mulai muncul dipermukaan air.

Takaran pemberian pakan adalah :

Ukuran larva – 8 gr => 10 – 20 % dari biomasa

Ukuran 10 gr => 5 – 10 % dari biomasa

Sebagai contoh hitungannya :

ikan ukuran 8 gr berapa banyak pakan harus diperlukan?

Berarti 8 * 40000 * 10 % = 320000 * 10 % = 32000 gr = 32 kg

Jadi perhari anda harus memberi pakan sebanyak 32 kilo di bagi 3 – 4 kali pemberian pakan. Jadwal pemberikan pakan sebaiknya di mulai jam 8 – 9 pagi atau pada saat air kolam mulai terasa hangat. jangan lakukan pemberian pakan di air kolam yang masih dingin karena ikan tidak akan memakannya sehingga banyak pakan yang terbuang, selain itu menyebabkan air kolam menjadi bau (beramoniak) dan menyebabkan ikan menjadi sakit dan mati.

Pemberian pakan sebaiknya anda oplos antara pakan pelet silem dan apung, selain untuk mengurangi biaya pembelian pakan apung yang mahal hasil panen juga dapat optimal. Pada awal pemberian pakan anda dapat menggunaka pelet silem sebanyak 50 – 100 kg dan seterusnya dapat anda gunakan pelet apung sampai panen.

Pada saat anda memberikan pakan ke benih sebaiknya jangan terburu – buru tetapi sedikit – sedikit karena pemberian pakan terlalu banyak dapat menyebabkan ikan makan tidak optimal sehingga banyak pakan ikan yang tidak termakan sehingga mengendap di dasar kolam ( terutama yang menggunakan pakan silem) plus lagi anda lihat kondisi ikan, apakah ikan lahap atau tidak pas dikasih makan? kalau terlihat tidak lahap sebaiknya anda kurangi dulu proses pemberian pakan dan chek apa penyebabnya? kondisi air yang masih dingin dibawah 300C bisa jadi penyebabnya, kalau begitu anda tunggu sampai air kolam terasa hangat.atau bisa juga aliran pemasukan air tertutup sehingga air bau karena tidak tersirkulasi dengan benar dan oksigen di air kolam sedikit. Selain itu sebaiknya anda menggunakan pakan yang berkualitas baik dengan kadar protein 34 %.

Leave a comment

VII. BUDIDAYA IKAN NILA DI KOLAM TERPAL

Budidaya ikan nila dengan memanfaatkan pekarangan rumah jika dilakukan secara tepat dapat menghasilkan keuntungan. Seperti yang kita tau, ikan nila merupakan ikan yang sudah popular dan juga sudah memasyarakat, hampir semua orang sudah pernah melihat apa dan seperti apa ikan nila itu. Ikan nila menjadi salah satu pilihan yang digemari terutama buat penggemar ikan air tawar. Bila anda tinggal jauh dari pesisir pantai, tentu mendapatkan ikan laut bukanlah hal yang gampang. Selain itu tidak semua daerah dapat memperoleh ikan laut dengan mudah, nah salah satu alternatif adalah ikan air tawar.  Ikan nila memiliki nilai gizi tinggi dan juga merupakan jenis ikan yang gampang untuk dipelihara.

 New Picture (11)

Budidaya ikan nila dapat dilakukan di pekarangan rumah, dengan menggunakan media terpal. Cara ini sangat murah dan juga mudah dilakukan. Bisa juga dijadikan alternatif buat membudidayakan ikan selain ikan nila, seperti ikan lele, ikan mas, atau bahkan ikan hias. Baik pemula ataupun peternak ikan yang sudah professional dapat  mencoba untuk budidaya ikan nila menggunakan media terpal.

Pembuatan kolam nila menggunakan terpal ini juga tidaklah terlalu rumit, dan tentu saja biayanya lebih murah bila dibandingkan kolam yang dibuat menggunakan beton (kolam permanen).

Berikut ini cara membuat kolam untuk budidaya ikan nila menggunakan terpal.

Bahan:

  • Terpal (ukuran sesuai dengan keinginan anda)
  • Sekam
  • Batako / Bata Merah

Cara pembuatan kolam terpal

  • Cari posisi tanah yang langsung terkena sinar matahari dan cukup luas untuk pembuatan kolam.
  • Gali tanah sesuai dengan luas kolam yang anda inginkan dengan kedalaman ± 50 cm.
  • Tanah hasil galian tadi digunakan untuk tanggul di sisi kolam dan dipadatkan supaya tanggul tersebut kuat lalu permukaan tanggul diberi batako / bata merah supaya permukaannya rata.
  • Setelah penggalian selesai, selanjutnya dasar kolam diberi sekam secar merata.
  • Terpal siap dipasang dan diisi air.
  • Diatas terpal diberi batako / bata merah lagi supaya aman dan rapi. Hal ini dimaksudkan juga supaya terpal tidak gampang berubah posisi, terutama saat angin berhembus lumayan kencang.

Budidaya ikan nila memerlukan kualitas air yang bagus. Setelah kolam terpal jadi, hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan nila adalah air. Sumber air yang akan kita gunakan haruslah air yang bersih, dapat  berupa air sumur, air PAM, air hujan yang ditampung, dan lain-lain yang layak digunakan. Lebih ideal lagi jika kolam terpal mendapat pasokan dari sungai, saluran irigasi, waduk, atau danau.

Anda tertarik mencoba budidaya ikan nila? Tak ada salahnya anda mencoba teknik kolam terpal, selain murah, bisa dilakukan dipekarangan rumah, dan juga hasil panen ikan kita tidak berbau lumpur. Selamat mencoba teknik budidaya ikan nila menggunakan kolam terpal

Leave a comment

VI. PEMANENAN IKAN NILA

Dalam pemanenan ikan ada 2 tahap yang perlu diperhatikan, yaitu penjebakan dan penyimpanan ikan.

Penjebakan

Adalah proses pengambilan ikan sebelum proses pembedahan,dengan tujuan mengurangi resiko kematian ikan pada saat proses pembedahan ikan (pengeringan kolam ikan). Jadi pada proses pembedahan kolam ikan yang tersisa di kolam tinggal sedikit atau hanya sisanya saja. Proses penjebakan ikan menggunakan waring penjebakan,,pasang waring penjebakan 3 – 4 hari sebelum penjebakan ini dimaksudkan supaya ikan ngumpul saat proses pengangkatan jebakan dan hasil pengangkatan jebakan bisa maksimal dan sisa ikan dikolam tinggal sedikit.

Biarkan waring penjebakan selama 3 – 4 hari sambil kita memberi pakan.

Penyimpanan ikan

Pada proses ini, penyimpanan ikan bertujuan untuk mengurangi resiko ikan supaya tidak stres pada proses pengemasan/pengepakan ikan dan memberok ikan (memberok ikan yaitu membiarkan ikan membuang kotoran supaya dalam proses pengemasan ikan dalam balon ikan tidak mengeluarkan kotoran,sehingga tidak terjadi proses pembusukan (amoniak tidak timbul)

Dan apabila telah telah disimpan selama satu hari ikan siap untuk di pak atau dikemas dalam balon (satu hari penyimpanan adalah cara paling bagus untuk ikan). Sebaiknya lakukan pengepakan pada sore hari atau subuh.

Leave a comment

IV. PEMASUKAN BENIH DAN PEMELIHARAAN

Tingkat kepadatan ikan/m2  yang baik adalah 30 – 50 ekor/m jangan lebih dari 50 ekor karena itu sudah maksimal, jangan terlalu jarang atau terlalu padat karena tidak bagus. Jadi hitungannya, contoh luas kolam anda 500 m2  * 40 = 20.000 ekor.

Ciri-ciri benih yang baik adalah yang berwarna cerah dan pergerakannya lincah. Untuk padat penebaran yang dianjurkan berkisar 15-20 ekor/m2. Tergantung dengan ukuran benih. Sebelum ditebar benih disucihamakan terlebih dahulu dengan direndam pada larutan Kalium Permanat (PK) atau malachite green atau garam dapur selama 1-2 hari. Penebaran dilakukan pada pagi atau sore hari. Saat penebaran, dilakukan aklimatisasi yaitu dengan cara memasukkan kantong benih ke dalam kolam sehingga air kolam masuk ke wadah benih sedikit demi sedikit, lalu secara perlahan-lahan benih dikeluarkan.

Perlu anda perhatikan kembali sebelum memasukan benih ikan sehari sebelumnya coba anda periksa warna air kolam apakah sudah hijau bening/transparan itu sudah bagus, selanjutnya periksa juga apakah air masih berbau tidak sedap atau sudah tidak berbau? kalau sudah tidak berbau berarti kolam sudah siap dimasukan benih ikan,sedangkan kalau masih berbau tunggu beberapa hari lagi sampai tidak tercium bau apa – apa karena kolam yang airnya masih berbau itu tanda dari kandungan amoniak yang masih tinggi dan kalau anda memaksa untuk dimasukan, benih ikan akan mati ( banyak yang mati).

Selanjutnya anda coba serok air dengan menggunakan planktonet periksa apakah terdapat ulat air/ucrit (ucit – ucit dalam bahasa sunda ) atau tidak?dan jika terdapat banyak ulat air sebaiknya anda melakukan penyemprotan dengan menggunakan chix sehari sebelum pemasukan benih ikan. Lakukan penyemprotan dengan merata…

Sehari setelah proses penyemprotan selesai, pemasukan benih ikan sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari pada saat suhu air tidak terlalu tinggi.

Dan sebelum benih ikan dimasukan sebaiknya dilakukan penyesuaian suhu air di dalam plastik pengepakan dengan air kolam ( aklimatisasi ) selama 15 menit. Supaya benih ikan tidak stress saat dimasukan kedalam kolam. Setelah proses aklimatisasi selesai anda bisa lakukan pemasukan benih ikan nila,proses pemasukan benih sebaiknya lakukan dengan perlahan – lahan agar benih tidak Stres.

Setelah selesai memasukan benih ikan nila,biarkan selama 10 hari jangan di aliri air. Fungsi kolam di biarkan stagnan selama 10 hari setelah pemasukan benih supaya plankton,jentik nyamuk dan makanan alami lainnya tidak terbuang lewat pipa pembuangan.jadi benih ikan nila dapat optimal memakan makanan alami tersebut.

Selanjutnya siap untuk pemberian pakan.

 

Leave a comment

III. KOLAM IKAN NILA

3.1.  Jenis Kolam Yang Ideal

Jenis kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan nila yaitu kolam tanah dengan jenis tanah bertekstur liat atau liat berpasir. Kedalaman kolam sebaiknya berkisar antara 0,5-1 m. Kedalaman ini berperan dalam menentukan tingkat kesuburan kolam

dimana kedalaman kolam berpengaruh pada masuknya sinar matahari yang berperan pada proses fotosintesis tumbuhan dalam air, sehingga menyebabkan tersedianya makanan alami bagi ikan di dalam kolam. Pada kolam sebaiknya memiliki saluran pemasukan dan pengeluaran air. agar mudah mengatur sirkulasi air di kolam.

Kolam harus terkena sinar matahari langsung, hal ini agar fotosintesis di dolam dalam berlangsung dengan baik.

New Picture (10)

3.1.  Persiapan Kolam Ikan Nila

–     Kolam dikeringkan dan dijemur selama 4-7 hari atau sampai tanah dasar kolam retak-retak. Hal ini berguna untuk membasmi hama dan bibit-bibit penyakit.

–     Pemberian kapur ( dolomit ) pada kolam dengan dosis 10-25 gr/m2. Tujuannya adalah untuk membasmi bibit-bibit penyakit yang masih terdapat di dasar kolam dan meningkatkan pH air.

–     Pemupukan kolam. Pupuk yang digunakan berupa pupuk kandang maupun pupuk buatan. Hal ini perlu karena sifat ikan nila yang menyukai pakan plankton. Pupuk kandang paling baik diberikan pada awal persiapan kolam dengan dosis 250 gr/m2. Pupuk kandang sebaiknya difermentasi terlebih dahulu menggunakan gula dan ragi tape.

–     Setelah kolam diisi air selanjutnya diberikan pupuk anorganik berupa urea dan TSP dengan dosis masing-masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2.

–     Pengisian air kolam. Sumber air dapat berasal dari sungai, danau, mata air atau air sumur. Untuk pengisian pertama, kolam diisi air hingga ketinggian 5-10 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari. Hal ini berguna untuk tumbuhnya makanan alami di kolam.

–     Selanjutnya di kolam diisi penuh dan dilanjutkan dengan pemupukan menggunakan pupuk anorganik (kimia)

Secara lebih rinci persiapan kolam dilakukan dengan langkah-langkah berikut :

1. Perataan Kolam

Lakukan perataan kolam anda dengan menggunakan sorongan atau papan dan pembuatan kamalir dengan mengunakan cangkul. Lalukan perataan kolam setelah proses pembedahan air kolam ( proses pengeringan/penyurutan air kolam ). Karena kalau sehari sesudah pengeringan air kolam maka lumpur akan mulai mengeras sehingga sulit untuk diratakannya.

2.  Pengeringan Dasar Kolam

Pengeringan dasar kolam dilakukan 3-5 hari setelah pengeringan air kolam. Pengeringan dasar kolam berfungsi untuk membunuh bibit penyakit dan supaya tanah dapat menyerap oksigen. Lakukan pengeringan sampai tanah dasar kolam terlihat retak – retak. Lama waktu pengeringan dasar kolam tergantung keadaan cuaca daerah masing – masing. Biasanya selama 3 – 5 hari tanah dasar kolam sudah terlihat retak.

3.  Pengapuran

Lakukan pengapuran dasar kolam dengan takaran 0,5 gr/m2. Setelah itu masukan air setinggi  mata kaki atau 5 – 10 cm biarkan selama 1 hari. Jangan lupa menggunakan saringan saat memasukan air ke kolam.

Pengapurann dasar kolam berfungsi untuk membunuh bibit penyakit atau membunuh ikan tersisa dikolam setelah pengeringan air kolam sekaligus menetralkan PH tanah.

Kapur dapat anda beli di toko material bangunan satu karung dengan berat 25 kg seharga Rp. 8000,00

4.  Pemupukan

Pemberian pupuk kandang dilakukan bisa bersamaan dengan proses pengapuran kolam, tetapi lebih baik pemupukan dilakukan sehari setelah proses pengapuran.

Takaran pupuk kandang adalah 50 gr/m2, contohnya luas kolam anda 500 m2 * 50 gr = 25.000 gr = 25 kg. Cara pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebarkan secara merata.

Dapat ditambahkan pupuk buatan takaran yang mesti anda lakukan adalah 2,5 gr/m. Dapat digunakan ponska atau urea dan TS yang sudah dicampurkan.

Sebagai tambahan bisa ditambahkan EM4 dengan botol warna pink. Dengan takaran satu botol EM4 untuk satu hektar luas kolam.

5.  Pengairan Kolam

Setelah proses pemupukan selesai, selanjutnya kolam diisi air. Tetapi sebelum dialiri dengan air, anda harus membuat saringan/sosog di tempat atau paralon (pipa) pemasukan.

Fungsi saringan/sosog/sulumbung selain untuk menyaring sampah yang masuk kekolam berfungsi juga sebagai penyaring untuk ikan gabus, lele atau jenis ikan2 lainnya yang dapat menjadi hama pada saat larva ikan dimasukan kekolam.

Lakukan pengairan kolam hingga kedalaman 50 cm, setelah itu tutup air masuk ke kolam dan biarkan stagnan selama 7 – 10 hari sebelum larva/benih ikan nila dimasukan.

Pembiaran air selama 7 – 10 hari supaya planton, jentik nyamuk, cacing dan anak keong dapat tumbuh dengan maksimal karena berfungsi sebagai pakan alami yang baik untuk larva/benih ikan nila.

Perlu anda perhatikan selama 7 – 10 hari tersebut anda harus rajin memeriksa sekeliling kolam tiap pagi hari kisaran jam 7 – 8 pagi. Siapa tahu ada telur katak/kodok, kalau ada anda buang karena setelah menetas menjadi kecebong dapat memakan pakan ikan ketika ikan mulai dikasih pakan pelet.selain itu periksa siapa tahu juga ada kebocoran kolam disebabkan kepiting/ketam dan anda harus segera menutupnya.

Setelah proses diatas dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya yaitu penebaran benih.

Leave a comment