6. KANDANG KAMBING

6.  KANDANG KAMBING

1. Lokasi Peternakan.

Kandang diusahakan senyaman mungkin. Atap yang di gunakan tidak boleh menggunakan atap seng, karena jika atap yang digunakan adalah atap dari seng, maka akan panas di saat siang dan akan bising di saat hujan. Ini akan memancing kambing untuk mudah menjadi stress. Kalau kambing stress maka hasil yang akan diperoleh juga akan semakin sedikit. Selain factor atap, usahakan suasana disekitar kandang juga harus sepi. Hanya petugas pemerah saja yang diperbolehkan untuk masuk ke kandang perah. Hal ini tentunya akan membuat si kambing bisa beristirahat dengan tenang dan maksimal.

2. Syarat Kandang.

Kandang diusahakan menghadap ke timur agar memenuhi persyaratan kesehatan ternak. Bahan yang digunakan harus kuat, murah dan tersedia di lokasi. Kandang dibuat panggung dan beratap dengan tempat pakan dan minum. Dinding kandang harus mempunyai ventilasi (lubang angin) agar sirkulasi udara lebih baik.

Kambing sebaiknya dipelihara dalam kandang untuk:

  • Memudahkan dalam pengawasan terhadap kambing yang sakit atau yang sedang dalam masa kebuntingan.
  • Memudahkan dalam pemberian pakan.
  • Menjaga keamanan ternak.

3. Ukuran Kandang

–    Anak: 1 X 1,2 m /2 ekor (lepas sapih)
–    Jantan dewasa: 1,2 X 1,2 m/ ekor
–    Dara/ Betina dewasa:1 X 1,2 m /ekor
–    Induk dan anak: 1,5 X 1,5 m/induk + 2 anak

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: