III. KOLAM IKAN NILA

3.1.  Jenis Kolam Yang Ideal

Jenis kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan nila yaitu kolam tanah dengan jenis tanah bertekstur liat atau liat berpasir. Kedalaman kolam sebaiknya berkisar antara 0,5-1 m. Kedalaman ini berperan dalam menentukan tingkat kesuburan kolam

dimana kedalaman kolam berpengaruh pada masuknya sinar matahari yang berperan pada proses fotosintesis tumbuhan dalam air, sehingga menyebabkan tersedianya makanan alami bagi ikan di dalam kolam. Pada kolam sebaiknya memiliki saluran pemasukan dan pengeluaran air. agar mudah mengatur sirkulasi air di kolam.

Kolam harus terkena sinar matahari langsung, hal ini agar fotosintesis di dolam dalam berlangsung dengan baik.

New Picture (10)

3.1.  Persiapan Kolam Ikan Nila

–     Kolam dikeringkan dan dijemur selama 4-7 hari atau sampai tanah dasar kolam retak-retak. Hal ini berguna untuk membasmi hama dan bibit-bibit penyakit.

–     Pemberian kapur ( dolomit ) pada kolam dengan dosis 10-25 gr/m2. Tujuannya adalah untuk membasmi bibit-bibit penyakit yang masih terdapat di dasar kolam dan meningkatkan pH air.

–     Pemupukan kolam. Pupuk yang digunakan berupa pupuk kandang maupun pupuk buatan. Hal ini perlu karena sifat ikan nila yang menyukai pakan plankton. Pupuk kandang paling baik diberikan pada awal persiapan kolam dengan dosis 250 gr/m2. Pupuk kandang sebaiknya difermentasi terlebih dahulu menggunakan gula dan ragi tape.

–     Setelah kolam diisi air selanjutnya diberikan pupuk anorganik berupa urea dan TSP dengan dosis masing-masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2.

–     Pengisian air kolam. Sumber air dapat berasal dari sungai, danau, mata air atau air sumur. Untuk pengisian pertama, kolam diisi air hingga ketinggian 5-10 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari. Hal ini berguna untuk tumbuhnya makanan alami di kolam.

–     Selanjutnya di kolam diisi penuh dan dilanjutkan dengan pemupukan menggunakan pupuk anorganik (kimia)

Secara lebih rinci persiapan kolam dilakukan dengan langkah-langkah berikut :

1. Perataan Kolam

Lakukan perataan kolam anda dengan menggunakan sorongan atau papan dan pembuatan kamalir dengan mengunakan cangkul. Lalukan perataan kolam setelah proses pembedahan air kolam ( proses pengeringan/penyurutan air kolam ). Karena kalau sehari sesudah pengeringan air kolam maka lumpur akan mulai mengeras sehingga sulit untuk diratakannya.

2.  Pengeringan Dasar Kolam

Pengeringan dasar kolam dilakukan 3-5 hari setelah pengeringan air kolam. Pengeringan dasar kolam berfungsi untuk membunuh bibit penyakit dan supaya tanah dapat menyerap oksigen. Lakukan pengeringan sampai tanah dasar kolam terlihat retak – retak. Lama waktu pengeringan dasar kolam tergantung keadaan cuaca daerah masing – masing. Biasanya selama 3 – 5 hari tanah dasar kolam sudah terlihat retak.

3.  Pengapuran

Lakukan pengapuran dasar kolam dengan takaran 0,5 gr/m2. Setelah itu masukan air setinggi  mata kaki atau 5 – 10 cm biarkan selama 1 hari. Jangan lupa menggunakan saringan saat memasukan air ke kolam.

Pengapurann dasar kolam berfungsi untuk membunuh bibit penyakit atau membunuh ikan tersisa dikolam setelah pengeringan air kolam sekaligus menetralkan PH tanah.

Kapur dapat anda beli di toko material bangunan satu karung dengan berat 25 kg seharga Rp. 8000,00

4.  Pemupukan

Pemberian pupuk kandang dilakukan bisa bersamaan dengan proses pengapuran kolam, tetapi lebih baik pemupukan dilakukan sehari setelah proses pengapuran.

Takaran pupuk kandang adalah 50 gr/m2, contohnya luas kolam anda 500 m2 * 50 gr = 25.000 gr = 25 kg. Cara pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebarkan secara merata.

Dapat ditambahkan pupuk buatan takaran yang mesti anda lakukan adalah 2,5 gr/m. Dapat digunakan ponska atau urea dan TS yang sudah dicampurkan.

Sebagai tambahan bisa ditambahkan EM4 dengan botol warna pink. Dengan takaran satu botol EM4 untuk satu hektar luas kolam.

5.  Pengairan Kolam

Setelah proses pemupukan selesai, selanjutnya kolam diisi air. Tetapi sebelum dialiri dengan air, anda harus membuat saringan/sosog di tempat atau paralon (pipa) pemasukan.

Fungsi saringan/sosog/sulumbung selain untuk menyaring sampah yang masuk kekolam berfungsi juga sebagai penyaring untuk ikan gabus, lele atau jenis ikan2 lainnya yang dapat menjadi hama pada saat larva ikan dimasukan kekolam.

Lakukan pengairan kolam hingga kedalaman 50 cm, setelah itu tutup air masuk ke kolam dan biarkan stagnan selama 7 – 10 hari sebelum larva/benih ikan nila dimasukan.

Pembiaran air selama 7 – 10 hari supaya planton, jentik nyamuk, cacing dan anak keong dapat tumbuh dengan maksimal karena berfungsi sebagai pakan alami yang baik untuk larva/benih ikan nila.

Perlu anda perhatikan selama 7 – 10 hari tersebut anda harus rajin memeriksa sekeliling kolam tiap pagi hari kisaran jam 7 – 8 pagi. Siapa tahu ada telur katak/kodok, kalau ada anda buang karena setelah menetas menjadi kecebong dapat memakan pakan ikan ketika ikan mulai dikasih pakan pelet.selain itu periksa siapa tahu juga ada kebocoran kolam disebabkan kepiting/ketam dan anda harus segera menutupnya.

Setelah proses diatas dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya yaitu penebaran benih.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: